Menganalisa Kecaman Dunia Baik Negara Maupun Individu Terhadap Pernyataan Presiden Amerika Mengenai Yerusalem Adalah Ibu Kota Israel Melalui Pendekatan Normatif
Menganalisa Kecaman Dunia Baik Negara
Maupun Individu Terhadap Pernyataan Presiden Amerika Mengenai Yerusalem Adalah
Ibu Kota Israel Melalui Pendekatan Normatif
Daniel Andrew Parningotan Gultom
A.
Pendekatan
Teori
Kosmopolitan
merupakan sebuah terori maupun pemahaman dalam ilmu Hubungan Internasional yang
memiliki anggapan bahwa kita sebagai manusia memiliki kewajiban yaitu sebagai
warga dunia maupun warga kota. Sehingga kita memiliki kewajiban untuk
menyebarkan perdamian dan kebaikan dan menghindari untuk menggunakan kekerasan
apapun yang memberikan dampak untuk merusak. Cosmopolitan memiliki pondasi
utama yaitu mengenai moralitas global dan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Deontologis
merupakan perspektif yang menganggap bahwa moralitas adalah universal dan bahwa
kode moral dan aturan-aturan dapat di terapkan maupun di berlakukan bagi setiap
individu.
Etika
dalam Hubungan internasional khususnya pengambilan kebijakan luar negri
didasari secara otomatis dimana setiap negara-negara di dunia dikarenakan
kesadarannya mengambil langkah politik luar negri yang sesuai dengan etika,
moral , opini masyarakat dan juga memperhatikan hak asasi manusia.
Sebenarnya
mengenai ketiga hal diatas , ketiganya merupakan satu pandangan yang sama,
yaitu mengenai norma dan etika, dan menjunjung tinggi mengenai moralitas
sebagai sifat manusia dan melihat bahwa kebijakan luar negri dan juga tentang
politik luar negri harus didasari dengan prinsi moralitas.
B.
Analisa
Kasus Dengan Pendekatan Normatif
Pada
hari rabu tanggal 6 bulan Desember 2017 Presiden Amerika Serikat yakni Donald
Trump menyampaikan pidato yang kontroversial dan bersejarah di gedung putih
Washington DC yang berisi bahwa Yerusallem adalah Ibu Kota dari negara Israel.
Pidato tersebut sangat ditegaskan oleh kalimat Donald Trump yakni “ Oleh karena
itu, saya telah menentukan bahwa secara resmi ini saatnya mengakui Yerusalem
sebagai Ibu kota Israel ”.
Setelah Donald Trump mengeluarkan
pernyataan tersebut dunia internasional mengalami kehebohan. Baik itu dukungan
atas pernyatan Donald Trump dari beberapa kaum dan juga yang memberikan
penolakan keras mengenai Pidato terebut hingga kecaman yang diberikan kepada
Donald Trump tersebut. Kecaman tersebut langsung diberikan oleh penduduk
palestina yang melakukan unjuk rasa seperti membakar gambar Donald Trump dan
bendera Israel hingga kecaman dari banyak negara. Sementara itu ada beberapa dukungan
yang didapat oleh Donald Trump berasal dari Komunitas Yahudi Amerika Pro-Israel
dan juga dari basis massa Politiknya dan pendukung Donald Trump yaitu kelompok
Kristen Evangelis yang ada di Amerika Serikat.
Yang menjadi alasan kenapa isu ini
menjadi sorotan dari banyak negara dunia ialah bahwa Yerusalem merupakan kota
yang sangat suci bagi tiga agama besar dunia ini yaitu Yahudi, Kristen baik itu
katolik maupun Protestan hingga islam, sehingga seakan-akan bahwa perebutan
yerusalem tersebut merupakan konflik agama. Kemudian terjadi juga konflik untuk
memperebutkan wilayah palestina oleh palestina.
Setelah menyampaikan pidato yang
kontroversial tersebut oleh Donald Trump di gedung putih Washington DCbanyak
negara yang memberikan kecaman, pada bagian ini akan dikaji tanggapan-tanggapan
dari dunia internasional terhadap pernyataan Donald Trump bedasarkan pendekatan
teori cosmopolitan.
Tanggapan pertama yang akan dibahas
ialah tanggapan yang diberikan oleh negara arab melalui mentri luar negrinya
yang berkata bahwa pengakuan
yang diberikan Presiden Amerika Serikat yakni Donald Trump terhadap Yerusalem
sebagai ibukota dari negara Israel sangat berisiko menyebabkan keadaan Timur
Tengah ke dalam kerusuhan dan kekerasan menjadi lebih buruk. Jika dikaji dari
teori cosmopolitan bahwa yang dilakukan oleh negara arab sudah sesuai dengan
etika sebagai manusia yang bermoral dan memiliki kepedulian terhadap sesama
sebagai warga dunia.
Kemudian
tanggapan kontra yang diberikan oleh banyak pemimpin dunia terhadap pidato yang
diberikan oleh Donald Trump tersebut, seperti angela merkel yang merupakan
kanselir negara jerman yang mengatakan bahwa jerman tidak mendukung kepetusan
tersebut. Dan juga banyak lagi yang memberikan kecaman atau tanggapan yang
bersifat kontra tersebut terhadap Donald Trump.
Dukungan
yang didapat Donald Trump hanya berasal dari basis massa politiknya yang ada di
Amerika Serikat dan juga hanya negara Israel yang mendukung dan menyambut
dengan baik pernyataan dari Donald Trump. Hal tersebut terbukti ketika Perdana
Mentri Israel yang memberikan pernyataan pada jumpa pers yang menegaskan bahwa
keputusan Amerika Serikat tersebut merupakan langkah yang sangat penting menuju
perdamaian, Dan juga mengatakan bahwa tidak ada perdamian tanpa memasukan kota
Yerusalem sebagai ibukota Israel. Sehingga kedutaan besar Amerika Serikat untuk
Israel yang sebelumnya berada di Tel Aviv akan dipindahkan ke Yerusalem.
Jika
dipandang dari pendekatan ataupun Teori cosmopolitan yang memiliki pondasi
utama prinsip kemanusiaan dan juga moralitas global bahwa yang dilakukan oleh
negara-negara tersebut sangat tepat karena ada kepedulian sesama manusia untuk
mencegah kekerasan, konflik maupun pertumpahan darah yang terjadi disana
menjadi lebih buruk terhadap wilayah tersebut yang merupakan etika manusia.
Sebagai
definisi utama dari teori cosmopolitan adalah sebuah ideologi yang menyatakan
bahwa semua suku dan bangsa manusia ialah satu komunitas tunggal dan juga
memiliki moralitas yang sama. Sehingga dapat kita simpulkan sendiri bedasarkan
tanggapan-tanggapan dari negara dunia terhadap trump yang mengganggap bahwa
biarpun negara Israel dan palestina bukan lah urusan mereka dan juga bukan
wilayah mereka, mereka tetap memberikan perhatian kepada kedua negara tersebut,
hal ini terjadi karena mereka sebagai sesama manusia merupakan sebuah komunitas
yang sama satu dengan yang lain sehingga mereka memberikan kepedulian untuk
menolong dan mencegah kekerasan dan konflik yang terjadi di wilayah tersebut
agar tidak menjadi lebih parah dan dapat menyebabkan jatuhnya korban terhadap
konflik yang terjadi diantara negara tersebut.
Jika
diartikan juga secara umum mengenai pendekatan maupun teori cosmopolitan dapat
diartikan sebagai kesetaraan moral dan juga nilai pada seluruh manusia dan juga
tanggung jawab moral yang tidak memiliki batasan hanya pada garis batas antar
negara atau bisa disebut bahwa negara bukanlah menjadi batasan untuk membantu
sesama. Hal ini dapat dikaji dari unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat
secara mandiri terhadap pernyataan Donald Trump tersebut seperti yang dilakukan
oleh masyarakat Indonesia yang melakukan unjuk rasa di depan kantor kedutaan
besar negara Amerika Serikat. Yang melakukan protes dan kecaman atas keputusan
yang dilakukan oleh Donald Trump tersebut. Aksi protes tersebut merupakan bukti
nyata atas penarapan teori cosmopolitan tersebut bahwa batas negara bahkan
actor negara saja yang dapat memberikan bantuan atau pertolongan terhadap isu
maupun kejadian dan fenomena yang terjadi di dunia internasional. Bukan hanya
masyarakat Indonesia yang hanya melakukan protes tersebut akan tetapi
masyarakat luar negri hingga masyarakat dari Negara Amerika Serikat sendiri pun
memberikan kecaman terhadap isu tersebut, seperti yang dilakukan oleh public
figure yakni Bella Hadid.
Yang
kita tahu bahwa kita sebagai individu tidak lah harus bersikap dengan formal
dan sistematis seperti yang dimiliki oleh negara jika ingin menyampaikan
sesuatu maupun mengambil kebijakan luar negri. Hal ini adalah hal yang sangat
menguntungkan karna kita sebagai individu dapat memberikan reaksi dengan cepat
dan juga memberi tanggapan terhadap isu internasional maupun fenomena
internasional. Dimana fakta tersebut mendukung teori cosmopolitan yang
mengganggap bahwa kita harus melepaskan egois yang dimiliki identitas kita, baik
itu suku maupun agama dan lain-lain untuk dapat membantu sesama kita, sebagai
contoh yang sudah saya sebutkan tadi bahwa Bella Hadid yang merupakan
kewarganegaraan negara Amerika Serikat dapat dengan cepat memberikan tanggapan
kontra atau kecaman mengenai pernyataan yang diberkan oleh Donald Trump.
Bagi
para ahli teori kosmopolitan mengacu terhadap kemungkinan-kemungkinan
yang mendasari masyarkat dunia dan demokrasi global atau suatu kerangka kerja
terhadap kerjasama antara bentuk gerakan sosial antar bangsa. Hal ini dapat
kita liat dari kecaman yang diberikan oleh unjuk rasa di Indonesia yang
merupakan bentuk dari gerakan sosial antar bangsa yang didasari oleh prinsip
moralitas dan juga kemanusian untuk menegakan keadialan dan perdamian di dunia
ini.
Kemudian yang menjadi kaitan antara
kosmopolitan dengan etik kecaman terhadap presiden Amerika Serikat yakni Donald
Trump ialah bahwa ini mengingatkan dan juga menyangkut dari tugas-tugas etika
maupun moralitas dunia terhadap pernyataan tersebut semakin intensif. Interaksi
maupun hubungan yang semakin intensif ini akan mempunyai dampak atau efek yang
akan semakin besar jika terdapat isu mengenai atau serupa dengan masalah ini
yaitu masalah kemanusiaan.
Didalam
pendekatan deontologi yang digunakan untuk menekankan motif di setiap
keputusan-keputusan yang dibuat. Motif disini ialah tentang moral, banyak
negara yang mempunyai ketergantungan yang luar biasa terhadap negara Amerika
Serikat, akan tetapi dipandang dari sudut etika, mayoritas negara di setiap dunia
memberi perlwanan kepada Negara Amerika Serikat mengenai keputusan nya, diluar
kepentingan yang didapat dan juga sesusai dengan moralitas.
Yang menjadi bahasan berikutnya
adalah sikap indonesia mengenai masalah pidato Donald trump tersebut, dilihat
dari pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dapat kita lihat bahwa Indonesia
sudah melakukan dengan baik tujuan mulia negara sesuai dengan Pembukaan
Undang-undang terlepas dari niat baik ataupun moralitas yang dimaksud oleh
pandangan kosmopolitan tersebut.
Kesimpulan yang didapa dari semua
analisis diatas mengenai kecaman dunia terhadap presiden Amerika serikat yakni
Donald Trump ialah dengan pendekatan normatif ialah bahwa segala tindakan yang
dilakukan oleh negara maupun individu sangat bedasarkan kepada kepedulian
sesama sesuai dengan etika moralitas, dan sangat mengendepankan etika moral
dalam pengambilan kebijakan luar negri dalam menentang pernyataan dari Donald
Trump tersebut, dan juga dengan tindakan-tindakan unjuk rasa yang dilakukan
oleh individu atau sekelompok diluar dari negara demi menjujung tinggi hak
asasi dan moralitas sebagai manusia jika dilihat dari sudut pandang normatif.
Comments
Post a Comment